Tragedi Mina yang menelan korban jiwa para jemaah haji menyayat hati. Dimana jamaah yang datang dengan niat beribadah harus meninggal karena sebuah insiden yang seharusnya bisa dihindari.
Tragedi itu membuka mata dunia akan beberapa hal.
1. Buruknya pengamanan dan pengaturan haji oleh otoritas saudi, mulai dari tragedi jatuhnya crane di beberapa hari yang lalu.
2. Iran yang bermazhab syiah yang dituduh oleh mereka "Bukan Islam" menjadi korban dalam insiden ini.
Berikut analisanya:
1. Crane yang jatuh itu merupakan alat berat dalam pembangunan. Dimana setiap pembangunan yang memakai alat berat ini pasti mengamankan sekitaran wilayah yang terdapat alat berat (sterilisasi). Apalagi pihak pengembang tahu bawa ini musim haji. Artinya sejak awal memang keamanan jamaah tidak diperhatikan.
Dan menyangkut tragedi Mina, pihak keamanan tidak sigap dalam mengendalikan situasi yang ada sampai jatuh korban jiwa (padahal di beberapa tahun dahulu sudah terjadi tragedi seperti ini). Harusnya pengalaman pahit itu bisa menjadi pelajaran berharga. Selain itu, tragedi ini juga memperlihatkan bagaimana tanggap penjaga untuk membantu penyelamatan korban. Beredar bahwa masih banyak yang meminta tolong untuk dibantu.
Apa yang terjadi ini adalah sebuah tragedi yang pahit menyadarkan kita bahwa pengembangan Arab Saudi sebagai Kota Suci tidak memperhatikan sisi kemaanan para peziarah. Dan sudah seharusnya pimpinan masyarakat muslim dunia merapatkan kembali sebuah solusi untuk.ikut berperan dalam pengelolaan kota suci ini.
2. Adanya korban jatuh dari warga Iran membuka sebuah kenyataan bahwa rakyat Iran ikut berhaji.
Kenapa Iran (yang syiah) yang katanya "Bukan Islam" dibolehkan mengikuti Ibadah Haji yang merupakan Ibadah Wajib Umat Islam (bagi yang mampu)?
Meskipun harus berbela sungkawa atas kematian (seluruh) korban, tapi.di balik peristiwa ini bisa membungkam mulut-mulut mereka yang selalu berteriak "SYIAH BUKAN ISLAM" untuk menerima bahwa Mazhab Syiah yang dianut oleh Republik Islam Iran adalah diterima dan diakui oleh Arab Saudi sendiri.
Kedatangan Warga Iran yang bermazhab syiah berhaji di ka'bah menjadi bukti bahwa kiblat kita satu dan mazhab syiah adalah bagian dari islam yang ikut dalam prosesi berhaji.
(Semoga kita semua tetap bisa mengambil pelajaran berharga dari tragedi yang pahit dn menyakitkan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar