Kamis, 02 Oktober 2014

[Menoleh Sejarah] Hari Kesaktian Pancasila, Rangkaian Kerusuhan G 30 S PKI

     BADIK- 1 oktober dalam kalender negara kita dijadikan sebagai hari kesaktian pancasila. Sekilas mendengar kata 'hari kesaktian pancasila' maka tentu yang ada di benak kita adalah bahwa ini adalah hari dimana pancasila menjadi sakti, pancasila yang kuat dan segala macam menyangkut itu. Dan seperti itulah saya memikirkannya juga. Tapi, akhirnya saya membuka sejarah. Lalu betapa terkejutnya menemukan fakta bahwa disana, di hari yang sama atas penetapan hari kesaktiannya ikut dibantai ribuan masyarakat mengatasnamakan pancasila.


Menoleh Sejarah Hari Kesaktian Pancasila

     1 oktober 1965 ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, sehari setelah G 30 S PKI. Adalah Soeharto yang kemudian mengadakan Apel bersama pasukan militer yang dipimpinnya pada waktu itu. Pada upacara inilah Soeharto menetapkan Hari Kesaktian Pancasila dengan mengampanyekan akan melaksanakan Pancasila dan Undang-undang 1945 dalam negara ini secara murni dan konsekwen. Akhirnya hari itu kemudian hari ditetapkan sebagai hari kesaktian pancasila. lalu dikenal dan dicantumkan dalam kalender negara sebagai Hari Nasional.
     Tapi ternyata, sejarah ini menyimpan noda. Menyimpan luka mengatasnamakan pancasila. Karena pada hari itu juga, 1 oktober 1965 telah dibantai ribuan rakyat oleh militer lantaran mereka adalah bagian dari PKI yang sehari sebelumnya tertuduh sebagai dalang kerusuhan G 30 S PKI yang mana hilang dan terbunuhnya jenderal-jenderal dari ABRI. Kerusuhan yang menjadi legitimasi negara memberantas faham komunisme di negara ini yang sebelumnya memberi sumbangsi atas perjuangan menuju kemerdekaan dan masa seteleh merdeka (Baca: G 30 S PKI, Siapakah Dalang Kerusuhnnya? )
     Sebagaimana saya ungkapkan sebelumnya bahwa dalang kerusuhan G 30 S PKI adalah kelompok Kapilais yang ingin menguasai negeri ini. Sehingga dibuatlah sebuah konspirasi besar untuk menghilangkan ancaman agar memuluskan jalan mereka dalam menguasai negeri ini. Dan PKI yang berfaham komunis yang juga merupakan gerakan sosialisme dianggap sebagai hambatan besar dalam melancarkan aksi mereka. Sehingga apa yang terjadi di hari 1 oktober 1965 adalah sebuah rangkaian dari upaya menghilangkan jejak komunisme di Indonesia. Bahkan sampai kepada upaya penggulingan Bung Karno sebagai Presiden Indonesia yang sangat kental dengan faham sosialismenya dan merumuskan faham NASAKOM (Nasionalis, Agamis dan Komunis). Dimana kita ketahui bahwa Ir. Soekarno menjadi tahanan militer setelah digantikan sebagai presiden oleh Soeharto.
     Tapi apa yang telah kita fahami hari ini adalah sebuah rangkaian dari proses pengamatan kita yang dimulai dari proses persepsi kita dalam melihat sejarah sesuai apa yang diinginkan oleh para konspirator dalam tragedi G 30 S PKI dan Hari Kesaktian Pancasila. Bagaimana 'tidak', faktanya adalah G 30 S PKI terjadi 30 september 1965 lalu dengan tiba-tiba dikumandangkan hari kesaktian pancasila pada 1 oktober 1965 dan di hari yang sama pula atas alasan bahwa penegakan pancasila maka komunisme dianggap ancaman bagi negara dan harus diceranut dari akar-akarnya. Sehingga terjadilah pembantaian besar-besaran kepada anggota dan keluarga PKI hanya karena dituduh menculik dan membunuh 7 orang jenderal besar. Jenderal besar yang dikawal pasukan bersenjata laras panjang diculik oleh anggota PKI yang membawa palu arit dan sabit? (Masuk akalkah?).

     Pada akhirnya, dua tahun setelah serangkaian konspirasi yang terjadi diusirlah Bung Karno dari Istana oleh Soeharto lalu kemudian dijadikan tahanan militer. Disini Bung Karno adalah orang yang merumuskan Pancasila pertama kali dalam pidatonya pada 1 juni 1945. Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi tumpuan peletakan nilai untuk dibentuknya sebuah negara yang kemudian bernama Indonesia. Pancasila adalah syarat yang diajukan Jepang sebagai alasan utama untuk mengakui terbentuknya negara Indonesia. Pancasila yang dirumuskan oleh Bung Karno adalah lahir dari tiga konsep faham yang disebutnya NASAKOM.
Namun, siapa yang menyangka bahwa justru dengan pancasila yang dilahirkan dari gagasan-gagasan Bung Karno yang terinspirasi dari NASAKOM pada suatu hari menjadi alat bagi para konspirator untuk menyerang Bung Karno dan menghilangkan jejak faham komunis yang darinya Pancasila mendapat roh.
     Akhirnya, fakta ini telah melengkapi gagasan-gagasan liar saya sebelumnya tentang siapa Dalang kerusuhan G 30 S PKI. Bahwa ditetapkannya Hari Kesaktian Pancasila merupakan bukti kuat dalam menetapkan bahwa faham komunis sengaja untuk dihilangkan karena menjadi ancaman bagi kaum kapitalis yang ingin menguasai negeri. Dan betapa sedihnya bahwa Bung Karno dijadikan sebagai tahanan negara setelah dengan ketulusannya berjuang dalam mengobarkan sikap perlawanan lewat tri gagasan NASAKOM kepada masyarakat hidngga mencapai kemerdekaan. Ditambah lagi bahwa Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan sebagai Hari Nasional di negara ini tiap tahunnya. Hari untuk memperingati beribu-ribu korban pembantaian atas sebuah tragedi konspirasi yang jauh sebelumnya telah dihembuskan.
     Masih sudihkah kita bangga memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang menyimpan noda sejarah atas darah-darah yang berceceran, atas teriaka-teriakan terbantainya orang yang tertuduh, atas kerapuhan moral bangsa kita yang begitu tega memenjarakan foundimg fathernya lalu menuduh gagasannya sebagai bahaya bagi kelangsungan bernegara. dan atas sikap diskriminasi yang sampai har ini terus dihembuskan oleh mereka yang tak faham sejarah. Maka lantunkanlah do'a untuk ibu pertiwiku yang telah menyasikan anak bangsanya berbunuhan satu sama lain.
     Bagi saya, setelah lahir (1 juni 1945) Pancasila akan tetap seperti itu. Menjaga kedaulatan kita, menjaga harkat dan martabat masyarakat Indonesia secara utuh dalam bingkai keseragaman tanpa mengucilkan satu sama lain. Itulah Pancasila, tak perlu jadi sakti jika hanya untuk membantai rakyatnya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bacalah, kemudian menuliskannya kembali. Buatlah sesuatu untuk dikenang.